IMG_20191024_093803   IMG_20191024_093809  IMG_20191024_094828   IMG_20191024_095021

Indonesia adalah negara maritim dengan potensi yang sangat besar. Hamparan kekayaan maritim Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Potensi kemaritiman yang sangat kaya ini belum dimanfaatkan secara optimal, tetapi ironisnya di sebagian wilayah laut dan pesisir Indonesia telah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan. Luas terumbu karang Indonesia sebesar 25.000 km persegi memiliki status kondisi pada 108 daerah dan 1.064 lokasi (kompilasi data sejak tahun 1993) adalah 6,39% sangat baik, 23,40% kondisi baik, 35,06% kondisi cukup baik, dan 35,15% dalam  kondisi  buruk.  Indonesia juga  mempunyai  hutan bakau/ mangrove yang sangat luas (3 juta hektar) atau 20% dari luas bakau di dunia. Namun sebagian besar mangrove juga telah mengalami kerusakan. Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2014 menyatakan Indonesia mengalami  kerusakan mangrove terbesar di dunia yaitu sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir. Kerusakan ini berdampak pada berkurangnya habitat biota laut tertentu dan meningkatkan risiko bencana di wilayah pesisir, seperti abrasi dan banjir rob. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pencurian ikan oleh nelayan asing yang menggunakan teknoIogi canggih sehingga rnengakibatkan kerugian negara yang sangat besar mencapai Rp 300 triliun per tahun.

Dalam rangka menggali pemahaman terkait kemaritiman Indonesia, maka SMAN 3 Unggulan Kayuagung mengadakan kegiatan Studi Biota dan Kemaritiman 2019. Kegiatan Praktik Studi Biota Dan Kemaritiman ini merupakan kegiatan observasi lapangan yang menerapkan metode ilmiah meliputi identifikasi masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, analisa data dan penarikan kesimpulan. Dalam pelaksanaannya observer akan mengumpulkan informasi yang relevan terkait dengan mata pelajaran dan kemaritiman. Peserta didik akan menganalisis dan memberikan kesimpulan dalam bentuk karya esai. Observer dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas X (Sepuluh) SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung yang berjumlah 171 siswa. Observer akan bekerja dalam tim kecil yang dibentuk pada setiap kelas dengan anggota 8 – 10 siswa. Setiap kelompok akan didampingi oleh satu guru pembimbing serta seorang wali kelas yang bertanggung jawab pada anggota kelasnya. Kegiatan praktik biota dan ekosistem laut ini akan dilaksanakan di Pantai Carita dan Anyer, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Selain di wilayah pantai, kegiatan juga dilaksanakan pada Kota Tua Jakarta, untuk melihat jejak sejarah Batavia. Lokasi berikutnya adalah TWA Mangrove Angke Kapuk untuk studi ekosistem hutan bakau. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 5 hari yaitu pada tanggal 23 – 27 Oktober 2019.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...